Penerapan Algoritma K-Means Clustering Untuk Pengelompokan Tingkat Risiko Penyakit Jantung

Main Article Content

Deny Haryadi
Dewi Marini Umi Atmaja

Abstract

Penyakit jantung merupakan sebuah kondisi dimana jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, penyakit ini terjadi bila darah ke otot jantung terhenti atau tersumbat sehingga mengakibatkan kerusakan berat pada jantung. Beberapa faktor yang menyebabkan penyakit jantung antara lain keturunan, usia, jenis kelamin, stres, kurang gerak, merokok, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, dan obesitas. Pada dasarnya penyakit jantung dapat dicegah dengan berbagai faktor diantaranya pola hidup sehat, selain itu deteksi dini penyakit jantung juga diperlukan untuk mencegah terjadinya kematian pada penderitanya salah satu cara untuk melakukan deteksi dini ialah menggunakan data mining. Penggunaan algoritma k-means dapat dilakukan untuk melakukan klasterisasi pengelompokan penyakit jantung guna mengetahui seseorang terkena penyakit jantung maupun tidak. Metode klasterisasi dengan algoritma k-means pada penelitian ini menunjukkan sebuah wawasan baru yaitu pengelompokkan tingkat resiko penyakit jantung berdasarkan 3 cluster. Cluster 1 merupakan kategori usia dengan tingkat resiko penyakit jantung cukup rendah atau Low yaitu 355 dari 1025 kategori usia yang diuji, kemudian cluster 2 adalah kategori usia dengan tingkat resiko penyakit jantung sedang atau Medium yaitu 208 dari 1025 kategori usia yang diuji, dan terakhir adalah cluster 3 merupakan kategori usia dengan tingkat kategori usia cukup tinggi atau High yaitu 462 dari 1025 kategori usia yang diuji.

Article Details

How to Cite
Haryadi, D., & Atmaja, D. (2021). Penerapan Algoritma K-Means Clustering Untuk Pengelompokan Tingkat Risiko Penyakit Jantung. Journal of Informatics and Communication Technology (JICT), 3(2), 51 - 66. https://doi.org/10.52661/j_ict.v3i2.85
Section
Informatika