Penerapan Algoritma K-Means Clustering Pada Produksi Perkebunan Kelapa Sawit Menurut Provinsi

  • Deny Haryadi Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Jakarta

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu perkebunan yang produknya berpengaruh menjadi salah satu komoditas ekspor utama
indonesia. Tingginya produksi perkebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh adanya permintaan akan kebutuhan konsumsi
minyak nabati dunia. Selain itu, tingginya produksi perkebunan kelapa sawit memiliki peranan besar terhadap perekonomian
nasional terutama dari sisi penerimaan pajak dan pundi-pundi devisa negara. Tujuan dari penelitian ini untuk
pengelompokan provinsi-provinsi yang menjadi prioritas terhadap produksi perkebunan kelapa sawit di indonesia.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini menggunakan algoritma K-Means Clustering yaitu
Cluster 1 merupakan kategori provinsi dengan produksi perkebunan kelapa sawit rendah atau Low yaitu 14 (aceh, sumatera
barat, bengkulu, lampung, kep.bangka belitung, kep.riau, jawa barat, banten, kalimantan selatan, sulawesi tengah, sulawesi
selatan, sulawesi barat, papua barat dan papua) dari 21 kategori provinsi yang diuji, kemudian cluster 2 adalah kategori
provinsi dengan produksi perkebunan kelapa sawit sedang atau Medium yaitu 4 (jambi, sumatera selatan, kalimantan barat,
dan kalimantan timur) dari 21 kategori provinsi yang diuji, dan terakhir adalah cluster 3 merupakan kategori provinsi dengan
produksi perkebunan kelapa sawit tinggi atau High yaitu 3 (sumatera utara, riau, dan Kalimantan tengah) dari 21 kategori
provinsi yang diuji.

Published
2021-07-09
How to Cite
Haryadi, D. (2021). Penerapan Algoritma K-Means Clustering Pada Produksi Perkebunan Kelapa Sawit Menurut Provinsi. Journal of ICT (Informatics and Communication Technology), 3(1), 50 - 64. Retrieved from http://ejournal.akademitelkom.ac.id/j_ict/index.php/j_ict/article/view/71
Section
Informatika